Studi Pustaka Model Literasi Keuangan bagi Kelompok Usaha Masyarakat dan Implikasinya terhadap Penguatan Ekonomi Lokal
Keywords:
literasi keuangan, kelompok usaha masyarakat, inklusi keuangan, ekonomi lokal, UMKMAbstract
Literasi keuangan merupakan prasyarat penting bagi kelompok usaha masyarakat (misalnya kelompok usaha desa, kelompok subsisten, UMKM binaan, kelompok perempuan, BUMDes/ekosistem desa) untuk mengelola arus kas, mengambil keputusan pembiayaan yang sehat, dan membangun ketahanan usaha. Studi pustaka ini mensintesis kerangka internasional (OECD/INFE) dan kebijakan Indonesia (SNLKI OJK 2021–2025, SNLIK OJK–BPS) untuk merumuskan model literasi keuangan yang aplikatif bagi kelompok usaha masyarakat serta menjelaskan implikasinya terhadap penguatan ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah analisis isi tematik dari dokumen kebijakan, laporan, dan publikasi relevan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa model literasi yang efektif bagi kelompok usaha masyarakat perlu menekankan: (1) kompetensi inti berbasis hasil (outcome) seperti pengelolaan kas, perencanaan, risiko, dan keputusan pembiayaan; (2) integrasi literasi dengan inklusi (akses produk/layanan); (3) pendekatan berbasis ekosistem daerah melalui sinergi pemda–TPAKD, program desa, dan dukungan lembaga keuangan; serta (4) mekanisme pendampingan untuk memastikan perubahan perilaku. Studi ini juga mengusulkan indikator evaluasi dari tingkat individu/kelompok hingga dampak ekonomi lokal.








